Jakarta (17/4) – Entrepreneur Muslimah Shireen Sungkar memberi panduan untuk beberapa muslimah dalam mengawali wiraswasta

Hal semacam itu di sampaikan Shireen dalam FGD ‘Perempuan serta Pemberdayaan Ekonomi Keluarga lewat Kewirausahaan’ di Ruangan Pleno Fraksi, Kompleks Senayan, Senin (17/4). 

“Saran saya, perempuan diluar sana yang ingin usahaditanyakan dahulu dengan suami, lantaran ridho suami itu utama, ” terang pelaku bisnis butik ‘ZASHI’ di Bilangan Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini. 

Shireen mengaku tak selama-lamanya seseorang pemain sinetron ada di tv untuk memperoleh pendapatanOleh karenanyabekas pesinetron ‘Cinta Fitri’ ini berpikir untuk mengalihkan perhatian ke dunia usaha

“Tidak selama-lamanya usaha artis tentu laris, saya pernah alami sama suami saya, Suami saya usaha property tak jalan juga. Jadi ya telah diikhlasin. Namun, dari sana da pelajaran utamausaha juga di perhatikan rencananya, janganlah cepat-cepat, ” tutur ibu dua anak berumur 25 th. ini. 

Walau sekian, Shireen menyatakan, seberapapun mandiri seseorang perempuan, kodrat perempuan yaitu patuh dengan suami. Jadi prioritas paling utama yaitu keluarga. 

“Saya termasuk juga yang nanya ke suami, saya bisa usaha ini lagi gak? Suami katakananda miliki anak dua mesti diberi asi. Oke saya pumping, serta prioritaskan keluarga, ” terang istri dari Teuku Wisnu ini. 

Terkecuali usaha butik, Shireen Sungkar juga buka usaha kuliner roti “Peach Cheese” di Malang yang berhasil sampai saat ini

Ada juga dalam FGD ini, Ketua Umum HIPMI 2005-2008 Sandiaga Uno, Ketua DPP PKS Bagian Perempuan serta Ketahanan Keluarga (BPKK) Wirianingsih, serta Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal. 

Acara ini dapat sekalian dalam rencana Fraksi PKS mengusulkan dengan cara resmi Pejuang serta Pendiri Diniyah Putri Sumatera Barat Hajjah Rahmah El Yunusiyah Jadi Pahlawan Nasional

Panduan Mengawali Wiraswasta Ala Shireen Sungkar




Wahai Wanita, masuklah kedalam SYURGA lewat pintu manapun yg kau suka
berikut kriterianya :
1. Mentaati Allah serta Rasul Nya
Dengan ketaatannya tersebut sebagai aset paling besar baginya untuk mencapai ganjaran paling tinggi sebagai buah dari pengetahuan serta iman-nya. Yakni surga yang pe-nuh dengan kesenangan, dia abadi didalamnya se-lama-lamanya. Allah Swt. berfirman :
 (Hukum-hukum ter-sebut) itu yaitu bebrapa ketetapan dari Allah.

 " Barang-siapa patuh pada Allah serta Rasul-Nya, pasti Allah me-masukkannya dalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, tengah mereka abadi di dalamnya ; serta tersebut kemenangan yang besar " (Qs. An Nisaa’, 4 : 13)

Firman Allah lagi :
“Dan barangsiapa yang men-taati Allah serta Rasul (Nya), mereka itu bakal bersama-sa-ma dengan beberapa orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yakni : nabi-nabi, beberapa shiddiiqiin, beberapa orang yang mati syahid, serta beberapa orang shalih. Serta mereka tersebut rekan yang sebaik-baiknya. ” (Qs. An Nisaa’, 4 : 69)

Abu Hurairah ra ber-kata, Rasulullah Saw ber-sabda : “Semua ummatku bakal masuk surga terkecuali yang malas (tidak ingin). Pa-ra teman dekat ajukan pertanyaan : Siapa-kah yang malas itu wahai Rasulullah?
Beliau men-jawab : Siapa saja yang ta’at kepadaku (ikuti Sunnahku), dialah yang bakal masuk surga, serta siapa saja yang mendurhakaiku, jadi dialah yang yang malas masuk surga. ” (HR Bukhari)
Jadi demikian juga seseorang wanita atau isteri, dia bakal masuk surga dengan menaati Allah serta Rasul-Nya dengan se-benar-benarnya.

2. Mentaati Suami
Ketaatan pada suaminya adalah pintu keselamatan baginya untuk mencapai kesenangan yang abadi serta kekal di surga. Rasulullah Saw bersabda : “Jika seseorang isteri itu sudah
menunaikan shalat lima saat, serta shaum (puasa) di bln. Ramadhan, serta men-jaga kemaluannya dari yang haram dan patuh pada suaminya, jadi bakal di-persilakan : masuklah ke surga dari pintu mana saja anda sukai. ” (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Ummu Salamah, bahwasa-nya Asma datang pada Nabi serta berkata : Sebenarnya saya yaitu utusan dari kaum hawa Muslim, semuanya mereka berkata serta memiliki pendapat seperti saya Wahai Rasulullah, sebenarnya Allah sudah mengutusmu pada lelaki serta wanita, kami sudah beriman padamu serta mengikutimu, (tetapi) ka-mi kaum hawa terasa dibatasi serta dibelenggu. Walau sebenarnya kamilah yang menanti tempat tinggal mereka, tempat menyalurkan nafsu mereka, kamilah yang memiliki kandungan anak-anak mereka, tengah mereka dilebihkan dengan sholat berjamaah, melihat jenazah serta berjihad di jalan Allah.

Serta jika mereka ke luar berjihad, kamilah yang melindungi harta me-reka serta kamilah yang me-melihara anak-anak me-reka, jadi apakah kami tak memperoleh sisi pahala mereka wahai Rasulullah? Jadi berpalinglah Rasulullah ke-pada beberapa sahabatnya serta ajukan pertanyaan :
Apakah tadi anda telah mendengar pertanyaan sebagus itu dari seseorang perempuan mengenai agamanya?
Mereka menjawab : Ya, Untuk Allah wahai Rasulullah, kemu-dian beliau bersabda : Pergilah engkau wahai Asma serta katakanlah pada wanita-wanita yang mengutusmu kalau service baik salah seseorang anda pada suaminya, memohon keridhaannya serta menuruti kemauannya menyamakan (pahala) amal-an lelaki yang engkau katakan tadi. Jadi Asma juga pergi sembari bertahlil serta bertakbir lantaran senangnya dengan apa yang disampaikan Rasulullah ke-padanya. (Al Istii’aab, Ibnu ‘Abd al Bar)

Dari Ibnu Abbas ra ia berkata, wakil wanita ber-kata : “Wahai Rasulullah, saya wakil dari kaum hawa untuk bersua denganmu. Sebenarnya jihad cuma diharuskan atas golongan lelaki saja, seumpamanya mereka menang mereka peroleh pahala serta seumpamanya mereka terbunuh, jadi mereka selalu hidup serta di beri rizki di segi Rabb mereka. Sedang kami kelompok wanita menggerakkan pekerjaan (berkhidmat) buat mereka, jadi adakah sisi kami dari yang itu? Jadi Rasulullah menjawab, Sam-paikanlah pada siapapun dari kaum hawa yang eng-kau jumpai, kalau patuh pada suami serta mengaku hak sua-mi yaitu menyamakan yang sekian itu, serta sangat sedikitlah diantara anda yang dapat melaksana-kannya. ” (HR al Bazzar)

3. Melayani Suami dengan Sepenuh Hati

Beberapa isteri begitu patuh pada suaminya, namun kurang pintar melayani suami dengan sebaik-baik-nya. Jadi bila patuh pada suami serta pintar me-layaninya, hal semacam itu merupa-kan kemuliaan sendiri yang mengangkat derajat-nya mencapai keselamatan didunia serta akhirat.
Ummu Salamah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Tiap-tiap isteri yang mati diridhai oleh suaminya, jadi ia bakal masuk surga. ” (HR. at-Tirmidzi serta Ibnu Majah).

Dari Abdullah bin Abi Aufa ia berkata, Mu’adz di-utus ke Yaman atau Syam serta dia lihat beberapa orang Nashrani bersujud pada pembesar-pem-besar serta pada pendeta-pendetanya. Jadi beliau berkata dalam hatinya sebenarnya Rasulullah lebih layak untuk di-agungkan (dari pada me-reka). Jadi ketika ia datang pada Rasulullah ia berkata : Wahai Rasulullah, sebenarnya saya lihat beberapa orang Nashrani bersujud pada pembesar-pembesar serta pada pendeta-pendetanya, serta saya berkata dalam hatiku sebenarnya engkaulah yang lebih layak untuk diagungkan (dari pada mereka)

Lantas beliau bersabda : Apabila saya bisa memerintahkan seorang bersujud pada seorang, jadi sung-guh bakal kuperintahkan isteri bersujud pada suami-nya serta seseorang isteri belum disebutkan menunaikan kewajibannya pada Allah hingga menunaikan kewajibannya pada suami semuanya, hingga misal-kan (suaminya) memerlukannya tengah sang istri tengah ada di atas Unta (kendaraan), sungguh ia tak bisa menampiknya. (HR Ahmad)

4. Melindungi Kehormatan Diri

Ciri ke empat berikut yang disebut kunci dari keshalihan seseorang isteri yang ada dibawah pengawasan suaminya yang shalih. Lelaki yang mempunyai isteri dengan ka-rakteristik seperti ini ber-arti sudah mempunyai harta simpanan yang paling baik.

Dari Abu Umamah ra, dari Nabi Saw beliau ber-sabda : “Tidak ada yang paling berguna untuk se-orang (lelaki) Mukmin se-su-dah bertaqwa pada Allah dari pada mempunyai isteri yang shalihah, yakni bila ia di-perintah ia patuh, bila ia dipan-dang menye-nangkan hati, apabila ia digilir ia tetaplah ber-buat baik, apabila ia diting-galkan (suaminya) ia tetaplah melindungi suaminya dalam soal dianya serta harta suaminya. ” (HR Ibnu Majah)

Dari Ibn Abbas ra Rasulullah Saw bersabda : “Ada empat perkara siapa yang memilikinya bermakna memperoleh kebaikan didunia serta akhirat, yakni hati yang bersukur, lisan yang senantiasa berzikir, badan yang bersabar saat ditimpa bala bencana (musibah) serta isteri yang ti-dak menjerumuskan suami-nya serta merusakkan harta bendanya. ” (HR Thabrani dengan isnad Jayyid).

Wanita terbaik ada-lah wanita (isteri) yang jika engkau meman-dangnya menggembirakan-mu, jika engkau menyu-ruhnya dia juga menaati, serta jika engkau pergi dia juga pelihara dianya serta melindungi hartamu. (HR Abu Dawud. Derajat hadits oleh al Hakim dinyatakan shahih).


Mudah-mudahan beberapa akhwat dapat mempunyai karakter itu hingga melayak-kannya memperoleh pahala yang sudah dijanjikan Allah Swt. Mereka jadi par-tner dalam perjuangan fi sabilillah, serta jadi pendamping setia disaat sukai serta duka berbarengan suami yang dicintainya.

4 KRITERIA WANITA DIJAMIN MASUK SURGA MELALUI PINTU MANAPUN